Momentum baru bagi industri kelapa sawit rakyat tercipta ketika IOPS Forum 2026 Digelar di IKN pada akhir Agustus. International Oil Palm Smallholders Forum 2026 mempertemukan ratusan petani dan perwakilan organisasi dari berbagai negara produsen sawit di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Forum internasional yang diinisiasi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) tersebut mulai dibuka pada 27 Agustus 2026 di Gedung Serbaguna IKN.
Pertemuan ini tidak sebatas membahas produksi kelapa sawit. Para peserta membawa isu harga tandan buah segar atau TBS, keberlanjutan, perkembangan teknologi, posisi petani dalam kebijakan internasional hingga pembentukan kerja sama lintas negara. forum internasional petani sawit dunia tersebut juga menjadi momentum pembentukan World Coalition of Oil Palm Smallholders atau WCOPS yang diharapkan memperkuat posisi petani dalam pembicaraan industri sawit global.
IOPS Forum 2026 Digelar di IKN Pertama Kalinya
IOPS Forum 2026 disebut sebagai forum internasional petani sawit yang untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan format tersebut. APKASINDO menjadi penggagas kegiatan yang mempertemukan petani dari Indonesia dan negara-negara produsen kelapa sawit lainnya.
Pemilihan IKN sebagai lokasi juga mempunyai makna tersendiri bagi penyelenggara. Ketua Panitia Pelaksana Djono A. Burhan sebelumnya menyebut petani sawit Indonesia ingin menunjukkan kemampuannya mengambil peran dalam dialog internasional mengenai masa depan industri sawit sekaligus memperkenalkan IKN kepada delegasi dari berbagai negara.
Ratusan Petani Sawit Berkumpul di Ibu Kota Nusantara
Peserta IOPS Forum datang dari berbagai wilayah Indonesia. Panitia menyebut perwakilan petani berasal dari Aceh hingga Papua, termasuk ketua dan delegasi DPW APKASINDO dari 25 provinsi.
Kehadiran tersebut menjadikan IKN sebagai titik pertemuan bagi petani yang menghadapi kondisi perkebunan berbeda di masing-masing daerah. Forum memberikan kesempatan untuk membandingkan persoalan, berbagi pengalaman serta menyampaikan aspirasi mengenai masa depan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Delegasi Tujuh Negara Produsen Sawit Hadir
Skala internasional IOPS Forum terlihat dari kehadiran delegasi sejumlah negara produsen sawit. Laporan pembukaan menyebut peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Ghana, Nigeria, Pantai Gading dan Honduras.
Pertemuan petani dari tujuh negara membuka peluang terjadinya pertukaran pengalaman mengenai produktivitas, keberlanjutan, akses pasar dan regulasi. pertemuan petani kelapa sawit internasional juga memberikan kesempatan bagi petani untuk membandingkan tantangan yang dihadapi di negara masing-masing.
Forum Dibuka Perwakilan Kementerian Pertanian

Pembukaan IOPS Forum 2026 dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah dan pemangku kepentingan industri sawit. Forum dibuka oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Iim Mucharam.
Hadir pula Deputi Lingkungan dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Safitri, Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Medali Emas Manurung, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Council of Palm Oil Producing Countries atau CPOPC.
IOPS Forum Bahas Harga Tandan Buah Segar
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah harga kelapa sawit. Sebelum pembukaan, panitia menyebut pembahasan forum akan menyentuh persoalan harga sawit Indonesia maupun kondisi harga di tingkat internasional.
Harga TBS mempunyai posisi penting bagi petani karena berkaitan langsung dengan pendapatan dari kebun. Melalui forum internasional, peserta dapat membandingkan sistem yang berjalan di berbagai negara dan melihat bagaimana kebijakan maupun kondisi pasar memengaruhi petani.
Keberlanjutan Sawit Menjadi Agenda Penting
Isu keberlanjutan atau sustainability juga masuk dalam pembahasan IOPS Forum 2026 Digelar di IKN. Petani menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menerapkan praktik perkebunan yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Tantangannya adalah memastikan standar keberlanjutan tidak membuat petani kecil tertinggal. Karena itu, aspirasi petani menjadi penting ketika kebijakan dan persyaratan perdagangan sawit internasional berkembang semakin kompleks.
Teknologi untuk Perkebunan Sawit Rakyat
Forum juga membahas teknologi dan pendekatan berbasis bukti dalam pengembangan perkebunan rakyat. Ketua panitia menjelaskan peserta akan berbicara mengenai penggunaan teknologi sekaligus pendekatan evidence-based agar pengembangan petani sawit didasarkan pada fakta.
Teknologi dapat diterapkan dalam berbagai bagian perkebunan, mulai pengelolaan tanaman, pemupukan, pencatatan produksi hingga pemantauan kondisi kebun. Namun penerapannya kepada petani kecil membutuhkan akses, pelatihan dan biaya yang sesuai dengan kondisi mereka.
Joint Statement Petani Sawit Dunia Ditandatangani
Salah satu agenda penting forum adalah penandatanganan Joint Statement. Pernyataan bersama tersebut disiapkan untuk membawa sikap serta harapan organisasi petani mengenai masa depan industri kelapa sawit.
Pernyataan bersama menjadi penting karena persoalan yang dihadapi petani tidak hanya berasal dari tingkat lokal. Perdagangan internasional, standar keberlanjutan dan kebijakan negara konsumen dapat memberikan dampak langsung kepada produsen di tingkat kebun.
WCOPS Dibentuk dalam IOPS Forum 2026
Perkembangan penting lainnya adalah pembentukan World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS). Koalisi tersebut menghimpun 12 organisasi petani sawit dari tujuh negara, menjadikannya wadah lintas negara untuk memperkuat komunikasi dan posisi petani sawit.
Dari Indonesia, organisasi yang terlibat mencakup APKASINDO, SAMADE, FORTASBI, SPKS dan ASPEKPIR. Koalisi juga melibatkan organisasi dari Nigeria, Malaysia, Honduras, Ghana, Thailand dan Pantai Gading.
Gulat Manurung Dipilih Memimpin WCOPS
Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Manurung terpilih memimpin koalisi petani sawit dunia tersebut. Pemilihan berlangsung dalam rangkaian pembukaan IOPS Forum di IKN pada 27 Agustus 2026.
Pembentukan WCOPS ditandai dengan penandatanganan Joint Statement dan dilanjutkan peluncuran logo koalisi. koalisi petani sawit dunia WCOPS diharapkan menjadi wadah yang membuat suara petani dapat disampaikan secara lebih terkoordinasi dalam pembahasan mengenai industri sawit.
IKN Menjadi Tempat Pertemuan Internasional Petani Sawit
Penyelenggaraan forum juga memberikan dimensi berbeda bagi perkembangan Ibu Kota Nusantara. Kehadiran delegasi internasional membuat kawasan ibu kota baru menjadi lokasi kegiatan lintas negara yang tidak hanya berhubungan dengan pembangunan pemerintahan.
Sebelum acara dimulai, panitia telah berada di IKN untuk menyiapkan ruangan dan kebutuhan teknis sekaligus menyambut delegasi. Peserta internasional dan perwakilan petani dari berbagai daerah sebelumnya tiba melalui Balikpapan sebelum menuju IKN.
Petani dari Daerah Membawa Aspirasi Masing Masing
Para pengurus APKASINDO dari berbagai provinsi menyambut forum tersebut sebagai kesempatan bertukar pengalaman. Ketua DPW APKASINDO Jambi Kasriwandi, misalnya, berharap pertemuan dapat menambah pengetahuan dan wawasan petani.
Perwakilan Bangka Belitung juga melihat forum sebagai momentum ketika petani sawit dunia dapat menyamakan persepsi mengenai masa depan industri dan kesejahteraan petani. Pertukaran pengalaman menjadi relevan karena karakter perkebunan dan permasalahan petani berbeda di setiap wilayah.
Mengapa IOPS Forum 2026 Penting bagi Petani?
Industri kelapa sawit melibatkan rantai bisnis yang panjang, mulai petani, koperasi, pabrik, perusahaan pengolahan hingga pasar ekspor. Dalam struktur tersebut, petani kecil membutuhkan posisi tawar agar kepentingannya tetap diperhitungkan ketika muncul perubahan standar maupun kebijakan.
Forum internasional memberikan ruang untuk menyampaikan persoalan tersebut secara kolektif. Pembentukan WCOPS menjadi salah satu hasil konkret karena organisasi petani dari beberapa negara kini mempunyai wadah bersama untuk membangun komunikasi lebih terstruktur.
IOPS Forum 2026 Digelar di IKN menjadi momentum penting bagi petani kelapa sawit setelah ratusan peserta dari Indonesia dan enam negara lainnya berkumpul di Ibu Kota Nusantara. Forum yang dimulai 27 Agustus tersebut diinisiasi APKASINDO dan membahas berbagai isu, mulai harga TBS, keberlanjutan, teknologi hingga posisi petani dalam kebijakan internasional.
Salah satu hasil paling menonjol adalah pembentukan World Coalition of Oil Palm Smallholders atau WCOPS yang menghimpun 12 organisasi petani dari tujuh negara. Pembentukan koalisi dan Joint Statement menunjukkan IOPS Forum tidak berhenti pada diskusi, tetapi juga menghasilkan wadah baru untuk memperkuat kerja sama petani sawit lintas negara.
FAQ
Apa itu IOPS Forum 2026?
IOPS Forum 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan petani dan organisasi petani kelapa sawit dari Indonesia serta berbagai negara produsen sawit untuk membahas tantangan dan masa depan industri.
Di mana IOPS Forum 2026 digelar?
Forum berlangsung di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, dengan pembukaan kegiatan di Gedung Serbaguna IKN.
Negara mana saja yang mengikuti IOPS Forum 2026?
Peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Ghana, Nigeria, Pantai Gading dan Honduras.
Apa yang dibahas dalam IOPS Forum?
Topik yang dibawa antara lain harga TBS, keberlanjutan kelapa sawit, teknologi, pertukaran pengalaman serta penguatan posisi petani dalam kebijakan dan industri internasional.
Apa hasil penting IOPS Forum 2026?
Salah satu hasil pentingnya adalah pembentukan World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS) yang melibatkan 12 organisasi petani sawit dari tujuh negara serta penandatanganan Joint Statement.
