Rencana Bandara IKN Layani Haji Umrah mulai mendapat perhatian setelah Otorita Ibu Kota Nusantara mengusulkan Bandara Internasional Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk dikembangkan sebagai embarkasi. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Haji dan Umrah mengenai kemungkinan tersebut. Jika terealisasi, bandara baru di kawasan IKN dapat memberikan alternatif keberangkatan bagi jemaah dari berbagai wilayah Kalimantan hingga sebagian Sulawesi.
Namun, rencana tersebut belum berarti Bandara IKN sudah resmi menjadi embarkasi haji atau melayani penerbangan umrah reguler. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan pada 19 Agustus 2026 bahwa usulan tersebut masih perlu dibahas. Selain itu, status Bandara Internasional Nusantara masih harus berubah dari bandara khusus menjadi bandara umum atau komersial. rencana Bandara IKN untuk haji dan umrah karena itu masih berada dalam tahap pengembangan dan pembahasan antarlembaga.
Bandara IKN Diusulkan Jadi Embarkasi Haji
Basuki Hadimuljono menyampaikan rencana tersebut dalam media briefing di Kantor Nusantara Balai Kota pada 14 Agustus 2026. Menurut Basuki, komunikasi dengan Kementerian Haji dan Umrah sudah dilakukan agar Bandara IKN dapat dipertimbangkan untuk keberangkatan haji dan umrah.
OIKN melihat jumlah calon jemaah di kawasan sekitar cukup besar untuk mendukung sebuah embarkasi. Basuki menyebut kebutuhan minimal sekitar 400 jemaah dapat dipenuhi apabila cakupan pelayanan melibatkan beberapa provinsi di Kalimantan.
Rencana ini sekaligus memperluas fungsi Bandara Nusantara yang sebelumnya terutama dirancang untuk mendukung aktivitas pemerintahan dan penerbangan khusus di kawasan ibu kota baru.
Bisa Melayani Jemaah dari Tiga Provinsi Kalimantan
Salah satu pertimbangan utama adalah posisi IKN yang relatif strategis bagi sejumlah wilayah Kalimantan.
OIKN memperkirakan calon jemaah dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan dapat menjadi basis pengguna embarkasi baru tersebut. Jumlahnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional keberangkatan haji.
Tidak tertutup kemungkinan cakupan pelayanan diperluas kepada daerah lain apabila akses transportasinya memungkinkan.
Sebagian Jemaah Sulawesi Juga Berpotensi Dilayani
Bandara IKN menjadi embarkasi haji baru juga berpotensi memberikan pilihan bagi sebagian masyarakat Sulawesi yang secara geografis mempunyai akses cukup dekat menuju Kalimantan Timur.
Basuki menyebut kemungkinan tersebut ketika menjelaskan potensi jumlah jemaah yang dapat menggunakan Bandara Nusantara. Namun, wilayah mana saja yang nantinya masuk cakupan embarkasi belum ditetapkan secara resmi.
Pembagian embarkasi tetap membutuhkan kajian mengenai jumlah jemaah, akses transportasi, asrama haji, biaya perjalanan, serta kesiapan fasilitas pendukung.
Bisa Terbang Langsung ke Jeddah dan Madinah
Dari sisi teknis, Bandara Internasional Nusantara mempunyai potensi untuk melayani penerbangan jarak jauh menggunakan pesawat berbadan lebar.
Plt Kepala Bandar Udara Internasional Nusantara Imam Alwan mengatakan bandara mempunyai kemampuan untuk melayani penerbangan langsung menuju Jeddah maupun Madinah tanpa perlu transit teknis.
Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan apabila Bandara Nusantara akhirnya ditetapkan sebagai embarkasi.
Penerbangan langsung berpotensi membuat perjalanan jemaah lebih sederhana sekaligus mengurangi kebutuhan technical landing untuk pengisian bahan bakar.
Landasan Pacu Bandara IKN Mencapai 3000 Meter

Kemampuan tersebut didukung landasan pacu sepanjang sekitar 3.000 meter dengan lebar 45 meter.
Spesifikasi itu membuat Bandara Nusantara secara teknis dapat menangani pesawat berbadan lebar yang dibutuhkan untuk penerbangan internasional jarak jauh.
Namun, kesiapan runway bukan satu-satunya syarat menjadi embarkasi haji. Pemerintah tetap harus memastikan kesiapan terminal, imigrasi, bea cukai, karantina, keamanan, layanan jemaah, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Status Bandara Harus Berubah Lebih Dulu
Salah satu tahapan paling penting adalah perubahan status bandara.
Bandara Internasional Nusantara telah beroperasi sebagai Bandar Udara Khusus sejak memperoleh Sertifikat Bandar Udara pada 12 Juni 2025. OIKN dan pemerintah kemudian memproses perubahan status menjadi Bandar Udara Umum agar dapat melayani penerbangan komersial.
Karena itu, penerbangan haji dan umrah belum dapat langsung dijalankan hanya berdasarkan kesiapan infrastruktur.
Perubahan regulasi menjadi bagian penting sebelum fungsi komersial bandara dapat diperluas.
Kementerian Haji Tegaskan Masih Wacana
Bagian ini penting karena pemberitaan mengenai rencana tersebut dapat menimbulkan kesan Bandara IKN sudah resmi menjadi embarkasi.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf pada 19 Agustus 2026 mengatakan pemerintah belum menetapkan Bandara IKN sebagai embarkasi haji. Rencana tersebut masih perlu dibicarakan dan dibahas bersama tim kementerian.
Artinya, masyarakat belum dapat menjadikan Bandara IKN sebagai titik keberangkatan haji yang sudah pasti untuk musim berikutnya.
Keputusan akhirnya akan bergantung pada hasil kajian pemerintah.
Banyak Persyaratan yang Harus Dipenuhi
persiapan embarkasi haji Bandara Nusantara IKN tidak hanya berkaitan dengan jumlah jemaah atau ukuran landasan pacu.
Beberapa komponen utama yang perlu dipastikan antara lain:
- perubahan status menjadi bandara umum atau komersial;
- kesiapan terminal untuk jemaah dalam jumlah besar;
- layanan Customs Immigration Quarantine atau CIQ;
- keberadaan dan kesiapan asrama haji;
- dukungan maskapai serta pesawat berbadan lebar;
- akses transportasi menuju bandara;
- kesiapan pelayanan kesehatan dan keamanan;
- keputusan Kementerian Haji dan Umrah.
Imam Alwan menjelaskan bahwa penetapan embarkasi melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, CIQ hingga maskapai.
Berpotensi Melengkapi Balikpapan dan Banjarmasin
Jika akhirnya mendapatkan persetujuan, Bandara Nusantara dapat melengkapi atau mengambil sebagian peran embarkasi yang selama ini melayani jemaah Kalimantan.
Imam Alwan menyebut Bandara Nusantara mempunyai potensi untuk menggantikan atau melengkapi layanan Banjarmasin dan Balikpapan.
Namun, perubahan tersebut tentu harus mempertimbangkan efisiensi biaya dan kemudahan akses jemaah. Lokasi embarkasi idealnya tidak membuat masyarakat harus menempuh perjalanan darat atau udara tambahan yang justru meningkatkan biaya.
Ada Peluang Menekan Biaya Penerbangan Haji
Aspek biaya menjadi salah satu alasan Bandara Nusantara menarik untuk dipertimbangkan.
Pada musim haji 2026, biaya penerbangan dari 16 embarkasi di Indonesia berbeda-beda. Embarkasi Balikpapan berada di kisaran Rp55,5 juta dalam struktur biaya yang dikutip Kompas.
Penerbangan langsung dari IKN menuju Arab Saudi berpotensi menciptakan efisiensi tertentu, khususnya apabila tidak memerlukan technical landing.
Meski demikian, klaim bahwa Bandara IKN pasti membuat biaya haji lebih murah masih terlalu dini. Pemerintah perlu menghitung biaya maskapai, jumlah penumpang, operasional embarkasi, asrama, transportasi darat, dan komponen lainnya.
Bandara Nusantara Bisa Punya Fungsi Lebih Luas
Rencana haji dan umrah merupakan bagian dari gagasan memperluas pemanfaatan Bandara Internasional Nusantara.
Jika statusnya menjadi bandara umum, fasilitas tersebut nantinya tidak hanya mendukung kegiatan pemerintahan di IKN tetapi berpotensi membuka layanan yang lebih luas bagi masyarakat.
Perubahan ini juga dapat memperkuat konektivitas IKN dengan daerah lain di Indonesia maupun destinasi internasional.
Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada penyelesaian regulasi dan keputusan pemerintah mengenai pola operasional bandara.
Rencana Bandara IKN Layani Haji Umrah memang sedang dibahas. OIKN telah mengusulkan Bandara Internasional Nusantara sebagai calon embarkasi yang dapat melayani jemaah dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan berpotensi menjangkau sebagian Sulawesi. Secara teknis, bandara juga mempunyai landasan yang memungkinkan pengoperasian pesawat berbadan lebar untuk penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah.
Namun, Bandara IKN belum resmi ditetapkan sebagai embarkasi haji dan umrah. Kementerian Haji dan Umrah menyatakan rencana tersebut masih perlu dibahas, sementara perubahan status Bandara Nusantara dari bandara khusus menjadi bandara umum juga masih menjadi tahapan penting. Jadi, informasi saat ini lebih tepat disebut sebagai rencana dan peluang pengembangan, bukan layanan yang sudah resmi berjalan.
FAQ
Apakah Bandara IKN sudah melayani penerbangan haji?
Belum. Hingga perkembangan terbaru Agustus 2026, Kementerian Haji dan Umrah belum menetapkan Bandara IKN sebagai embarkasi haji.
Apakah Bandara IKN akan melayani umrah?
OIKN mengusulkan agar Bandara Nusantara dapat digunakan untuk penerbangan haji dan umrah, tetapi rencana tersebut belum menjadi layanan reguler.
Jemaah daerah mana yang berpotensi menggunakan Bandara IKN?
OIKN menyebut Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, serta kemungkinan sebagian wilayah Sulawesi.
Bisakah pesawat dari IKN terbang langsung ke Arab Saudi?
Menurut pengelola bandara, spesifikasi Bandara Nusantara memungkinkan pesawat berbadan lebar melayani penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah.
Apa kendala utama sebelum Bandara IKN menjadi embarkasi?
Di antaranya perubahan status bandara menjadi bandara umum atau komersial, kesiapan fasilitas embarkasi dan CIQ, dukungan maskapai, asrama haji, serta persetujuan Kementerian Haji dan Umrah
