Perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara kembali mendapat perhatian setelah Investasi Baru Masuk Kawasan IKN menunjukkan perkembangan nyata sepanjang 2026. Salah satu yang terbaru adalah dimulainya konstruksi proyek PT Star Bright International Investment, perusahaan penanaman modal asing asal Tiongkok. Perusahaan tersebut mengembangkan kawasan terpadu dengan nilai investasi Rp1,25 triliun di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Proyek tersebut menarik perhatian karena menjadi konstruksi perdana yang direalisasikan perusahaan PMA asing di IKN. Pembangunannya resmi dimulai pada 15 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun. Masuknya investasi asing terbaru di IKN juga menunjukkan bahwa pembangunan Nusantara mulai bergerak dari komitmen investasi menuju pembangunan fisik.
Investasi Baru Masuk Kawasan IKN Senilai Rp1,25 Triliun
PT Star Bright International Investment bergerak di bidang investasi, pengembangan properti, dan manajemen proyek. Berdasarkan keterangan resmi Otorita IKN, proyek senilai Rp1,25 triliun tersebut merupakan kawasan terpadu yang dibangun di KIPP Nusantara.
Proyek ini juga melibatkan kontraktor asal Kalimantan Timur. Keterlibatan pelaku usaha daerah diharapkan membuat investasi yang masuk tidak hanya menghasilkan fasilitas baru, tetapi turut memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar.
Investor Korea Selatan Ikut Masuk IKN
Selain investor Tiongkok, perusahaan asal Korea Selatan juga terlibat dalam perkembangan investasi Nusantara. PT Dian Jaya Indonesia sebelumnya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Otorita IKN untuk mengembangkan proyek apartemen dan hotel.
Pada April 2026, PT Dian Jaya Indonesia bersama PT Biru Makmur Abadi tercatat membawa total investasi sekitar Rp1,2 triliun. Proyek yang dikembangkan meliputi apartemen, hotel, pusat olahraga, dan restoran.
Kehadiran beberapa investor internasional memperluas proyek investasi swasta di Nusantara, terutama untuk menghadirkan fasilitas yang dibutuhkan ketika aktivitas pemerintahan dan masyarakat semakin berkembang.
Total Investasi IKN Capai Rp72,39 Triliun

Otorita IKN pada Mei 2026 melaporkan total estimasi investasi di Nusantara telah mencapai Rp72,39 triliun. Angka tersebut terdiri dari investasi swasta murni sekitar Rp60,29 triliun dan fasilitas publik serta penugasan kementerian/lembaga sebesar Rp12,10 triliun.
Pada periode tersebut terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama dengan 65 pelaku usaha dalam investasi swasta murni. Sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.
Investasi tersebut tersebar pada sektor hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, fasilitas olahraga, dan berbagai fasilitas komersial.
Enam Proyek Swasta Berada dalam Tahap Konstruksi
Perkembangan investasi juga dapat dilihat dari proyek yang mulai memasuki tahap pembangunan. Hingga pertengahan Juli 2026, sembilan proyek swasta dilaporkan telah selesai dibangun dan enam lainnya sedang dalam tahap konstruksi.
Proyek yang sedang berjalan antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, serta proyek apartemen PT Star Bright International Investment.
Perubahan dari komitmen menjadi konstruksi menjadi indikator penting dalam perkembangan investasi IKN tahun 2026. Pasalnya, nilai komitmen investasi belum tentu langsung menggambarkan aktivitas ekonomi apabila proyek belum memasuki tahap realisasi.
Investasi Diharapkan Menciptakan Pusat Ekonomi Baru
Masuknya investasi asing Rp1,25 triliun juga mendapat perhatian Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menilai investasi tersebut berpotensi mendorong terbentuknya kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan di kawasan inti IKN. Infrastruktur, konektivitas, aktivitas bisnis, kebutuhan tenaga kerja, dan perkembangan kawasan sekitar berpotensi ikut mendapatkan pengaruh ketika investasi semakin terealisasi.
Namun perkembangan tersebut tetap perlu dilihat melalui realisasi proyek, bukan hanya nilai investasi yang diumumkan.
Peluang Investasi IKN Masih Terbuka
Otorita IKN menawarkan berbagai sektor bagi investor. Situs resmi IKN mencantumkan 12 sektor pembangunan, termasuk energi terbarukan, telekomunikasi, transportasi, perumahan, infrastruktur teknologi, fasilitas komersial, pengolahan air, pengelolaan limbah, kesehatan, pendidikan, fasilitas sosial dan publik, serta kawasan industri hijau.
Keragaman tersebut menunjukkan pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan. Ekosistem kota juga membutuhkan fasilitas komersial, hunian, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan layanan publik agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Investasi Baru Masuk Kawasan IKN memperlihatkan perkembangan yang semakin konkret sepanjang 2026. Salah satu perkembangan terbaru adalah dimulainya konstruksi proyek PT Star Bright International Investment asal Tiongkok dengan nilai Rp1,25 triliun pada Juli 2026.
Secara keseluruhan, Otorita IKN mencatat estimasi investasi mencapai Rp72,39 triliun per Mei 2026. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut terus bergerak menjadi konstruksi, fasilitas yang beroperasi, aktivitas ekonomi, dan manfaat nyata bagi kawasan Nusantara serta daerah sekitarnya.
FAQ
Berapa investasi baru yang masuk IKN dari investor Tiongkok?
PT Star Bright International Investment merealisasikan proyek kawasan terpadu dengan nilai investasi sekitar Rp1,25 triliun.
Kapan pembangunan proyek tersebut dimulai?
Konstruksi dimulai pada 15 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Berapa total investasi di IKN pada 2026?
Otorita IKN melaporkan total estimasi investasi mencapai Rp72,39 triliun per Mei 2026.
Apakah ada investor asing lain di IKN?
Ya. Otorita IKN mencatat investor asing antara lain berasal dari Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.
Sektor apa yang terbuka untuk investasi di IKN?
Peluangnya mencakup perumahan, transportasi, energi terbarukan, teknologi, kesehatan, pendidikan, fasilitas komersial, pengelolaan air dan limbah, hingga kawasan industri hijau.
