Rombongan Hakim Agung Tinjau Progres IKN secara langsung untuk melihat perkembangan pembangunan kawasan yudikatif yang sedang dipersiapkan di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Peninjauan dilakukan pada Rabu, 30 September 2026, dan menjadi bagian dari agenda Pembinaan Daerah Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia di Kalimantan Timur pada 28–30 September 2026. Salah satu perhatian dalam kunjungan tersebut adalah kesiapan kompleks perkantoran lembaga yudikatif yang nantinya menjadi bagian dari ekosistem pemerintahan di Nusantara.
Kunjungan diikuti Hakim Agung Militer Mahkamah Agung RI Sugeng Sutrisno bersama Hakim Agung Ennid Hasanuddin dan Lulik Tri Cahyaningrum beserta jajaran. Mereka melihat langsung kawasan IKN, termasuk area pembangunan fasilitas lembaga peradilan. Data yang disampaikan Otorita IKN menunjukkan rata-rata progres pembangunan kompleks perkantoran yudikatif telah mencapai 19,29 persen, sedangkan pekerjaan Gedung Mahkamah Agung secara khusus tercatat mencapai 19,098 persen pada saat kunjungan berlangsung.
Hakim Agung Tinjau Progres IKN Secara Langsung
Kunjungan ke Nusantara memberikan kesempatan kepada jajaran Mahkamah Agung untuk melihat kondisi pembangunan secara langsung, bukan hanya memperoleh laporan perkembangan proyek dari Jakarta. Sugeng Sutrisno menyampaikan bahwa sebelum datang terdapat pandangan dari luar mengenai pembangunan IKN yang dianggap mangkrak. Setelah berada di lokasi, ia menyatakan melihat kegiatan pembangunan masih berjalan.
Peninjauan tersebut juga berkaitan langsung dengan kepentingan Mahkamah Agung karena Nusantara dipersiapkan sebagai lokasi berbagai lembaga negara, termasuk lembaga di lingkungan yudikatif. Dengan melihat lokasi secara langsung, jajaran MA memperoleh gambaran mengenai pembangunan fisik serta kesiapan kawasan yang nantinya digunakan untuk mendukung aktivitas lembaga peradilan.
Progres Kawasan Yudikatif IKN Capai 19,29 Persen
Salah satu informasi utama dari kunjungan tersebut adalah perkembangan pembangunan kawasan yudikatif IKN terbaru. Hingga akhir September 2026, rata-rata progres pembangunan kompleks perkantoran yudikatif tercatat 19,29 persen. Angka tersebut menunjukkan proyek masih berada dalam tahap pembangunan dan belum memasuki tahap penyelesaian akhir.
Kawasan yudikatif merupakan bagian penting dalam pengembangan Nusantara sebagai pusat pemerintahan. Kehadiran lembaga peradilan dibutuhkan agar fungsi pemerintahan tidak hanya ditopang lembaga eksekutif, tetapi juga mempunyai infrastruktur bagi lembaga negara pada cabang kekuasaan lainnya.
Gedung Mahkamah Agung Sudah Mulai Dibangun
Secara lebih spesifik, realisasi pekerjaan Gedung Mahkamah Agung di IKN mencapai 19,098 persen berdasarkan data yang disampaikan saat kunjungan. Gedung tersebut menjadi salah satu infrastruktur utama dalam kawasan perkantoran yudikatif Nusantara.
Pembangunan kantor Mahkamah Agung mempunyai posisi strategis karena lembaga tersebut merupakan puncak badan peradilan dalam sistem peradilan Indonesia. Karena itu, persiapannya tidak hanya berkaitan dengan konstruksi gedung, tetapi juga perlu terintegrasi dengan akses, fasilitas pendukung, keamanan, utilitas serta kebutuhan operasional lembaga peradilan.
Rombongan Juga Melihat Fasilitas di KIPP Nusantara
Selain kawasan yudikatif, rombongan melihat sejumlah fasilitas dan kawasan yang sudah dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP Nusantara. Peninjauan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai hubungan antara kawasan yudikatif dengan kompleks pemerintahan lainnya.
Sugeng Sutrisno juga menyinggung keberadaan kantor-kantor kementerian koordinator yang telah dilihat selama kunjungannya. Menurut penilaiannya setelah berada di lapangan, pembangunan kawasan yudikatif yang sudah berada di kisaran 19 persen menunjukkan pekerjaan sedang berlangsung.
Namun, angka progres tersebut tetap perlu dipahami sebagai capaian konstruksi pada periode tertentu. Pembangunan kawasan masih membutuhkan tahapan lanjutan sebelum fasilitas dapat sepenuhnya digunakan untuk aktivitas kelembagaan.
Kunjungan Bagian dari Agenda Pembinaan Daerah
Peninjauan pembangunan IKN oleh Mahkamah Agung merupakan bagian dari rangkaian Pembinaan Daerah di Kalimantan Timur yang berlangsung pada 28 sampai 30 September 2026. Jadi, perjalanan tersebut tidak berdiri sebagai kunjungan proyek semata, tetapi berhubungan dengan agenda kelembagaan MA di daerah.
Keberadaan kawasan yudikatif di Nusantara membuat perkembangan IKN relevan langsung bagi Mahkamah Agung. Peninjauan lapangan dapat menjadi bagian dari proses koordinasi dalam mempersiapkan kebutuhan lembaga apabila aktivitas pemerintahan dan kelembagaan negara semakin berkembang di ibu kota baru.
Otorita IKN Dorong Koordinasi dengan Mahkamah Agung

Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan Otorita IKN Agung Dodit Muliawan menyambut kunjungan jajaran Mahkamah Agung. Otorita IKN memandang kehadiran para Hakim Agung penting untuk memperkuat koordinasi dalam pengembangan ekosistem kelembagaan negara, khususnya pada kawasan yudikatif.
Kunjungan lapangan juga memberikan kesempatan bagi pengguna fasilitas untuk mengetahui perkembangan proyek sejak proses konstruksi berlangsung. Koordinasi seperti ini penting karena gedung pemerintahan nantinya harus menyesuaikan kebutuhan operasional masing-masing lembaga, bukan sekadar menyelesaikan struktur fisik bangunan.
Kawasan Yudikatif Menjadi Bagian Penting IKN
Pembangunan IKN tidak hanya berkaitan dengan Istana Negara, kantor kementerian atau hunian aparatur. Sebagai pusat pemerintahan, Nusantara juga membutuhkan kawasan yang dapat mendukung fungsi lembaga yudikatif.
Keberadaan Mahkamah Agung dan fasilitas lembaga peradilan lainnya menjadi bagian dari pembangunan ekosistem kelembagaan tersebut. Karena itu, progres pembangunan Gedung Mahkamah Agung IKN menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan fasilitas pemerintahan pada tahap berikutnya.
Pembangunan kawasan tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan perkembangan konstruksi aktual. Angka 19,29 persen yang diumumkan pada akhir September menggambarkan posisi pekerjaan saat kunjungan berlangsung dan dapat berubah seiring berjalannya pembangunan.
Kunjungan Memberikan Gambaran Kondisi Aktual IKN
Salah satu manfaat peninjauan langsung adalah memberikan gambaran kondisi lapangan kepada jajaran Mahkamah Agung. Sugeng menyampaikan bahwa perkembangan yang dilihat secara langsung berbeda dengan anggapan yang sebelumnya didengar mengenai terhentinya pembangunan.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian Sugeng setelah kunjungan lapangan. Ukuran objektif perkembangan proyek tetap dapat dilihat melalui data konstruksi yang tersedia, yaitu rata-rata 19,29 persen untuk kompleks perkantoran yudikatif dan 19,098 persen untuk pekerjaan Gedung Mahkamah Agung pada akhir September 2026.
Tahapan Pembangunan Masih Berlanjut
Dengan capaian yang masih sekitar seperlima dari keseluruhan pekerjaan, pembangunan kawasan yudikatif jelas masih mempunyai tahapan panjang. Setelah pekerjaan struktur dan konstruksi utama, proyek pemerintahan umumnya masih membutuhkan penyelesaian berbagai fasilitas pendukung sebelum siap digunakan.
Perkembangan selanjutnya menjadi penting untuk diperhatikan karena kawasan tersebut diproyeksikan mendukung aktivitas lembaga peradilan di Nusantara. Otorita IKN berharap kunjungan jajaran Mahkamah Agung juga membuka ruang koordinasi lanjutan dalam mempersiapkan kawasan yudikatif.
Hakim Agung Tinjau Progres IKN pada 30 September 2026 dengan fokus antara lain pada kesiapan kawasan yudikatif di Nusantara. Rombongan yang terdiri dari Sugeng Sutrisno, Ennid Hasanuddin dan Lulik Tri Cahyaningrum beserta jajaran melihat langsung perkembangan pembangunan di kawasan tersebut.
Pada saat kunjungan, rata-rata progres kompleks perkantoran yudikatif tercatat mencapai 19,29 persen, sedangkan realisasi pekerjaan Gedung Mahkamah Agung berada di 19,098 persen. Data tersebut menunjukkan pembangunan telah berjalan, tetapi masih membutuhkan tahapan lanjutan sebelum kawasan yudikatif dapat sepenuhnya mendukung operasional lembaga peradilan di IKN.
FAQ
Kapan Hakim Agung meninjau pembangunan IKN?
Peninjauan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, sebagai bagian dari agenda Pembinaan Daerah Mahkamah Agung di Kalimantan Timur.
Siapa Hakim Agung yang meninjau IKN?
Rombongan antara lain terdiri dari Sugeng Sutrisno, Ennid Hasanuddin dan Lulik Tri Cahyaningrum beserta jajaran Mahkamah Agung RI.
Berapa progres pembangunan kawasan yudikatif IKN?
Pada akhir September 2026, rata-rata progres pembangunan kompleks perkantoran yudikatif dilaporkan mencapai 19,29 persen.
Berapa progres Gedung Mahkamah Agung di IKN?
Realisasi pekerjaan Gedung Mahkamah Agung tercatat mencapai 19,098 persen pada saat kunjungan berlangsung.
Apa tujuan kunjungan Hakim Agung ke IKN?
Selain menjadi bagian dari agenda Pembinaan Daerah di Kalimantan Timur, kunjungan memberikan kesempatan kepada jajaran MA untuk melihat langsung kesiapan kawasan yudikatif di Nusantara.
Apakah pembangunan kawasan yudikatif IKN sudah selesai?
Belum. Dengan progres sekitar 19 persen pada akhir September 2026, pembangunan masih berada dalam proses dan membutuhkan tahapan pekerjaan lanjutan.
