Memasuki Oktober 2026, perkembangan Progres Pembangunan Gedung IKN Terbaru semakin terlihat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP Nusantara, Kalimantan Timur. Salah satu pekerjaan yang kini menjadi perhatian adalah pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif. Berdasarkan perkembangan per 6 Oktober 2026, progres kawasan yang mencakup sejumlah gedung utama lembaga negara tersebut telah berada di kisaran 16 persen. Pekerjaan konstruksi terus dilanjutkan sebagai bagian dari pembangunan tahap berikutnya menuju target Nusantara sebagai ibu kota politik pada 2028.
Pembangunan IKN saat ini tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan yang lebih dahulu berdiri. Tahap berikutnya diarahkan untuk melengkapi ekosistem kelembagaan negara melalui gedung DPR, DPD, MPR, Gedung Paripurna serta fasilitas lembaga yudikatif seperti Mahkamah Agung dan kawasan Plaza Keadilan. Infrastruktur jalan, utilitas, ruang publik, air minum dan fasilitas pendukung juga dikembangkan agar gedung-gedung tersebut nantinya dapat beroperasi sebagai satu kawasan pemerintahan yang terintegrasi.
Progres Pembangunan Gedung IKN Terbaru Capai Sekitar 16 Persen
Perkembangan terbaru pada 6 Oktober 2026 menunjukkan pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif IKN telah mencapai sekitar 16 persen. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa proyek sudah memasuki fase konstruksi fisik setelah sebelumnya melalui pekerjaan persiapan, pematangan kawasan dan tahapan awal pembangunan.
Kompleks tersebut mencakup Gedung Paripurna, DPR, DPD, MPR, Mahkamah Agung serta Plaza Keadilan. Gedung Paripurna sendiri dirancang mempunyai kapasitas hingga 1.579 orang, sehingga menjadi salah satu bangunan utama dalam kawasan legislatif Nusantara. Target penyelesaian keseluruhan kawasan diarahkan menuju 2028.
Gedung DPD IKN Sudah Mencapai 14,2 Persen
Perkembangan masing-masing gedung tidak selalu sama karena paket pekerjaan dan tahapan konstruksinya berbeda. Pada 22 September 2026, progres pembangunan Gedung DPD RI di IKN tercatat sekitar 14,2 persen.
Kawasan legislatif dirancang tidak hanya mempunyai satu bangunan. Pengembangannya mencakup sejumlah gedung dengan fungsi berbeda yang nantinya membentuk pusat kegiatan lembaga legislatif nasional. Selain gedung utama, pembangunan jalan kawasan dan infrastruktur penghubung menjadi bagian penting agar mobilitas antargedung dapat berjalan efektif.
Kawasan Yudikatif IKN Juga Terus Dikerjakan
Perkembangan cukup terlihat pada kawasan yudikatif. Berdasarkan pembaruan akhir September 2026, rata-rata progres pembangunan kompleks perkantoran yudikatif telah mencapai sekitar 19,29 persen. Sementara realisasi pekerjaan Gedung Mahkamah Agung berada di kisaran 19 persen.
Angka tersebut meningkat dibandingkan perkembangan beberapa bulan sebelumnya. Pada akhir Juli 2026, rata-rata progres bangunan di kawasan yudikatif masih sekitar 11,8 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan pekerjaan konstruksi berlanjut sepanjang semester kedua 2026.
Gedung Mahkamah Konstitusi Menjadi Bagian Kawasan Yudikatif
Selain Mahkamah Agung, pembangunan kawasan yudikatif juga mencakup fasilitas untuk Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial. Pada 29 Juli 2026, progres fisik Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial tercatat rata-rata sekitar 12,41 persen.
Gedung Mahkamah Konstitusi direncanakan mempunyai luas bangunan sekitar 44.691 meter persegi. Fasilitasnya dirancang mencakup ruang sidang pleno berkapasitas sekitar 400 orang, ruang rapat permusyawaratan hakim, ruang kerja kelembagaan dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Kehadiran kompleks tersebut diperlukan agar fungsi lembaga yudikatif dapat berjalan secara penuh ketika aktivitas pemerintahan semakin banyak berpindah ke Nusantara.
Infrastruktur Jalan Ikut Dibangun Bersamaan
Perkembangan pembangunan IKN 2026 tidak dapat dinilai hanya dari persentase gedung. Kawasan pemerintahan membutuhkan jaringan jalan, utilitas, air bersih dan infrastruktur pendukung yang memungkinkan setiap bangunan beroperasi secara terintegrasi.
Di kawasan yudikatif, jalan kawasan direncanakan membentang sekitar 7,8 hingga 8 kilometer. Pada akhir Juli 2026, progres pembangunan jalan kawasan yudikatif telah mencapai sekitar 27,6 persen. Sementara kawasan legislatif juga mempunyai pekerjaan jalan kawasan sekitar 3,7 kilometer untuk menghubungkan gedung-gedung utamanya.
Pembangunan Air dan Utilitas KIPP Terus Berjalan
Selain jalan, pengembangan jaringan air minum menjadi komponen penting. Infrastruktur perpipaan dibangun agar terhubung dengan sistem utilitas kawasan KIPP. Sebagian jaringan dirancang terintegrasi melalui Multi-Utility Tunnel atau MUT sehingga berbagai utilitas dapat ditempatkan secara lebih terorganisasi.
Embung dan kolam retensi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan. Infrastruktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga mendukung konsep pengelolaan air perkotaan Nusantara yang sejak awal dirancang memperhatikan karakter lingkungan.
Tahap Kedua IKN Fokus Melengkapi Pusat Pemerintahan

Pembangunan tahap kedua mempunyai karakter berbeda dibandingkan fase awal. Jika tahap sebelumnya banyak berfokus pada infrastruktur dasar, kawasan Istana serta kantor kementerian koordinator, tahap berikutnya semakin diarahkan untuk melengkapi lembaga negara lainnya.
Karena itu, progres konstruksi gedung pemerintahan IKN pada 2026 banyak berkaitan dengan kompleks legislatif dan yudikatif. Ketika seluruh fasilitas tersebut selesai, struktur pusat pemerintahan Nusantara akan menjadi lebih lengkap karena fungsi eksekutif, legislatif dan yudikatif mempunyai kawasan masing-masing.
Target Utama Mengarah ke Ibu Kota Politik 2028
Target 2028 menjadi salah satu titik penting dalam pembangunan Nusantara. Pemerintah mengarahkan pembangunan fasilitas pemerintahan agar Nusantara dapat menjalankan fungsi sebagai ibu kota politik dengan ekosistem kelembagaan yang semakin lengkap.
Namun, target tersebut tidak berarti seluruh pengembangan kota Nusantara berhenti pada 2028. Pembangunan IKN merupakan proyek jangka panjang dengan sejumlah tahap. Tahun 2028 lebih berkaitan dengan kesiapan fungsi pemerintahan dan kelembagaan utama dibandingkan penyelesaian seluruh kawasan kota secara keseluruhan.
Pembangunan Hunian Juga Menjadi Bagian Pengembangan IKN
Perpindahan aktivitas pemerintahan membutuhkan hunian bagi aparatur dan personel lembaga negara. Karena itu, pengembangan perumahan tetap menjadi bagian penting dari pembangunan kawasan.
Pada 2026 terdapat proses pengadaan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk proyek tambahan 8 tower hunian vertikal ASN, TNI dan Polri di KIPP. Selain itu terdapat proyek 109 rumah tapak ASN yang juga diproses melalui skema KPBU. Kehadiran hunian diperlukan agar pertumbuhan fasilitas perkantoran berjalan beriringan dengan kebutuhan tempat tinggal.
Pembangunan IKN Tidak Hanya Mengandalkan APBN
Pengembangan Nusantara menggunakan beberapa skema pembiayaan. Selain proyek yang dibiayai APBN, pembangunan juga melibatkan skema KPBU serta investasi swasta.
Pendekatan tersebut digunakan karena kebutuhan pembangunan kota baru sangat luas, mulai dari gedung pemerintahan, hunian, fasilitas pendidikan dan kesehatan hingga kawasan komersial. Dengan beberapa sumber pembiayaan, pembangunan dapat dilakukan secara paralel tanpa seluruh kebutuhan harus ditanggung melalui satu skema.
Kondisi IKN Oktober 2026 Memasuki Fase Konstruksi Lanjutan
Jika melihat perkembangan terbaru, kondisi pembangunan IKN pada Oktober 2026 dapat digambarkan sebagai fase konstruksi lanjutan. Sejumlah gedung pemerintahan dari tahap awal sudah berdiri, sementara kompleks kelembagaan berikutnya sedang dikerjakan.
Angka sekitar 16 persen pada kompleks legislatif dan yudikatif memang menunjukkan perjalanan konstruksi masih panjang. Namun, perkembangan gedung DPD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, jalan kawasan serta berbagai utilitas menunjukkan pekerjaan berlangsung pada beberapa bagian secara bersamaan.
Progres Pembangunan Gedung IKN Terbaru per Oktober 2026 menunjukkan pembangunan kawasan pemerintahan Nusantara terus bergerak ke tahap berikutnya. Per 6 Oktober, pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif secara umum dilaporkan mencapai sekitar 16 persen, dengan target penyelesaian menuju 2028.
Sejumlah proyek mempunyai progres berbeda. Gedung DPD tercatat mencapai sekitar 14,2 persen pada September, sementara kompleks perkantoran yudikatif berada di sekitar 19,29 persen pada akhir September. Pembangunan jalan kawasan, utilitas, jaringan air serta hunian juga berjalan untuk melengkapi kebutuhan KIPP. Fokus beberapa tahun mendatang adalah membentuk ekosistem pemerintahan yang lebih lengkap sehingga fungsi eksekutif, legislatif dan yudikatif dapat beroperasi di Nusantara.
FAQ
Berapa Progres Pembangunan Gedung IKN Terbaru?
Per 6 Oktober 2026, pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif IKN dilaporkan mencapai sekitar 16 persen.
Kapan gedung legislatif dan yudikatif IKN selesai?
Pembangunan kompleks tersebut diarahkan selesai dalam rentang target menuju 2028.
Berapa progres Gedung DPD IKN?
Per 22 September 2026, progres pembangunan Gedung DPD tercatat sekitar 14,2 persen.
Berapa progres kawasan yudikatif IKN?
Pada akhir September 2026, rata-rata progres kompleks perkantoran yudikatif dilaporkan mencapai sekitar 19,29 persen.
Gedung apa saja yang sedang dibangun di kawasan legislatif?
Kawasan tersebut dirancang mencakup antara lain Gedung Paripurna serta gedung DPR, DPD dan MPR beserta fasilitas pendukungnya.
Apakah Mahkamah Agung mempunyai gedung di IKN?
Ya. Gedung Mahkamah Agung merupakan bagian dari pengembangan kawasan yudikatif Nusantara.
Apakah pembangunan IKN selesai seluruhnya pada 2028?
Tidak berarti seluruh pengembangan kota selesai pada tahun tersebut. Target 2028 terutama berkaitan dengan penguatan kesiapan Nusantara sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota politik.
