Pemerintah meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Ibu Kota Nusantara pada September 2026. Bnpb Prioritaskan Penanganan Karhutla Ikn melalui dukungan operasi udara yang dipadukan dengan pemadaman dan pemantauan di darat. Otorita IKN bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, BMKG dan berbagai pihak terkait sebelumnya menggelar rapat koordinasi di Lanud Dhomber, Balikpapan, pada 4 September. Koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut permintaan dukungan penanganan karhutla dari Otorita IKN kepada BNPB, terutama untuk memperkuat respons terhadap titik-titik kebakaran di sekitar kawasan Nusantara.
Penanganan dilakukan ketika risiko karhutla masih tinggi pada puncak musim kemarau Agustus–September. Operasi udara menggunakan helikopter Caracal H225M diarahkan ke beberapa lokasi prioritas, termasuk Bukit Tengkorak dan kawasan Tahura Bukit Soeharto, Bukit Merdeka, Teluk Dalam, Wonotirto hingga arah Tanjung Harapan. Water bombing tidak semata-mata digunakan untuk memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan pembasahan agar kawasan yang rawan tidak kembali terbakar. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla IKN September 2026 yang dilakukan secara terpadu.
Bnpb Prioritaskan Penanganan Karhutla Ikn Bersama Otorita Nusantara
Penguatan operasi di IKN melibatkan banyak unsur karena kebakaran tidak dapat ditangani hanya melalui satu metode. Otorita IKN, BNPB, TNI AU, BMKG dan pemangku kepentingan di Kalimantan Timur melakukan koordinasi untuk menentukan kawasan yang membutuhkan penanganan lebih dahulu. BNPB bersama TNI AU kemudian menyiapkan helikopter Caracal di Lanud Dhomber untuk mendukung pemadaman udara.
Operasi tersebut melengkapi penanganan yang dilakukan petugas di permukaan. Strategi udara memungkinkan tim menjangkau kawasan yang sulit ditangani langsung dari darat sekaligus mempercepat pembasahan area yang masih berpotensi menyimpan panas. Setelah water bombing dilakukan, pemantauan kembali diperlukan untuk memastikan api benar-benar padam.
Lima Area IKN Menjadi Prioritas Water Bombing
Otorita IKN menetapkan lima area prioritas berdasarkan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan. Kawasan pertama adalah Bukit Tengkorak yang mencakup Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya. Area lainnya meliputi Bukit Merdeka, Teluk Dalam di sepanjang poros Samarinda–Balikpapan, Wonotirto dan kawasan menuju Tanjung Harapan.
Pemilihan kawasan tersebut menunjukkan operasi tidak dilakukan secara acak. Informasi lapangan digunakan untuk mengarahkan sumber daya udara menuju titik yang membutuhkan penanganan. Wonotirto menuju Tanjung Harapan juga mendapatkan perhatian karena terdapat area dengan gambut tipis yang membutuhkan kewaspadaan khusus terhadap potensi api bertahan atau kembali muncul.
Water Bombing IKN Dimulai pada 5 September 2026
Operasi udara kemudian dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026 menggunakan helikopter Caracal H225M. Otorita IKN mencatat water bombing dilakukan dalam dua sortie dari Lanud TNI AU Dhomber di Balikpapan. Beberapa sasaran operasi meliputi Bukit Tengkorak, Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47, Tol Balikpapan–Samarinda KM 49–53 dan Wonotirto.
Hasil pemantauan setelah operasi menunjukkan jumlah titik api berkurang. Meski demikian, berkurangnya titik panas tidak berarti seluruh pekerjaan penanganan selesai. Pendinginan dan pemeriksaan kembali tetap diperlukan karena sisa panas pada vegetasi atau lapisan tanah dapat memicu kebakaran kembali ketika kondisi lingkungan masih kering.
Bukit Tengkorak dan Tahura Bukit Soeharto Mendapat Perhatian
Bukit Tengkorak menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan perhatian khusus. Otorita IKN menyatakan kebakaran di kawasan tersebut telah terjadi pada sejumlah titik selama hampir satu minggu dan lokasi kebakarannya berpindah-pindah. Pengukuran juga dilakukan untuk mengetahui luas kawasan yang terdampak.
Kawasan ini penting karena berkaitan dengan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto. Otorita IKN kemudian kembali menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di kawasan Tahura. Pencegahan aktivitas manusia yang berpotensi memunculkan api menjadi bagian penting dari mitigasi kebakaran hutan IKN selain operasi pemadaman.
Pemadaman Karhutla Tidak Berhenti Setelah Api Hilang

Pemantauan terus dilakukan beberapa hari setelah water bombing. Pada 10 September, Otorita IKN bersama TNI/Polri, BMKG, BNPB, BIN dan mitra terkait melakukan patroli udara menggunakan helikopter Caracal H225M. Patroli diarahkan untuk memastikan titik yang sebelumnya ditangani benar-benar padam dan tidak kembali memunculkan api.
Rute pemantauan mencakup Tol Balikpapan–Samarinda KM 31, Wonotirto, Muara Jawa dan Bukit Tengkorak yang mencakup Tahura Bukit Soeharto. Pendekatan ini penting karena kawasan yang tampak padam dari permukaan masih dapat mempunyai potensi kebakaran ulang jika terdapat material panas atau bara yang belum sepenuhnya dingin.
BNPB Hadapi Puncak Risiko Karhutla Agustus September
Penanganan di IKN berlangsung bersamaan dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan secara nasional. BNPB menyatakan pemerintah telah memperkuat operasi darat menghadapi puncak risiko karhutla pada Agustus–September 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG yang dikutip BNPB, risiko tinggi terutama meluas di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Pemerintah secara nasional menetapkan enam provinsi sebagai prioritas utama, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. IKN berada di Kalimantan Timur sehingga penanganan IKN merupakan dukungan khusus terhadap kondisi di kawasan Nusantara dan sekitarnya, bukan berarti Kalimantan Timur masuk dalam enam provinsi prioritas nasional tersebut.
Operasi Darat dan Udara Menjadi Strategi Penanganan Karhutla
Pengalaman penanganan karhutla di berbagai daerah menunjukkan operasi udara tidak berdiri sendiri. BNPB mengombinasikan patroli udara, water bombing, operasi darat hingga Operasi Modifikasi Cuaca sesuai kondisi masing-masing wilayah. Di enam provinsi prioritas, berbagai dukungan tersebut terus diperkuat selama periode kemarau.
Untuk IKN, operasi water bombing didukung pemantauan serta pemadaman di darat. Kombinasi tersebut membuat penanganan dapat dilakukan lebih terukur karena titik api dapat diperiksa dari udara, ditangani dari beberapa arah, kemudian kembali dipantau untuk memastikan tidak muncul kebakaran baru.
Pemerintah Memperkuat Koordinasi Penanganan Karhutla Nasional
Pada 10 September, BNPB juga menindaklanjuti arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dengan memperkuat koordinasi terpadu lintas kementerian, lembaga dan pemerintah daerah. Penguatan operasi darurat tersebut terutama diarahkan pada wilayah terdampak, khususnya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Koordinasi menjadi penting karena periode kemarau meningkatkan potensi munculnya kebakaran secara bersamaan di berbagai daerah. Sumber daya seperti helikopter, pesawat patroli, personel darat dan dukungan logistik harus ditempatkan berdasarkan tingkat kebutuhan sehingga respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat.
Pencegahan Pembakaran Lahan Menjadi Bagian Penting
Selain operasi pemadaman, pencegahan tetap menjadi faktor utama. Otorita IKN meminta seluruh pihak tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, khususnya di Tahura Bukit Soeharto. Larangan tersebut kembali ditegaskan setelah kebakaran terjadi di Bukit Tengkorak.
BNPB juga mengeluarkan imbauan serupa secara nasional. Masyarakat diminta menghindari pembukaan lahan dengan membakar dan memastikan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran dilakukan secara aman. Jika menemukan titik api, laporan kepada BPBD atau instansi terkait perlu dilakukan secepat mungkin agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
Penanganan Karhutla IKN Masih Memerlukan Pemantauan
Bnpb Prioritaskan Penanganan Karhutla Ikn bukan hanya persoalan memadamkan titik api dalam satu kali operasi. Pemantauan udara pada 10 September memperlihatkan bahwa pemerintah masih memeriksa lokasi yang sebelumnya telah ditangani. Prinsipnya, api yang terlihat padam belum otomatis menandakan risiko telah hilang sepenuhnya.
Kondisi musim kemarau membuat vegetasi kering tetap rentan terbakar. Karena itu, patroli, pendinginan, pengawasan aktivitas pembakaran dan koordinasi antarinstansi perlu dilanjutkan selama potensi karhutla masih tinggi. Pendekatan tersebut juga penting untuk melindungi kawasan hutan dan lingkungan di sekitar pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Bnpb Prioritaskan Penanganan Karhutla Ikn melalui dukungan operasi udara bersama Otorita IKN, TNI AU, BMKG dan berbagai unsur terkait. Water bombing yang dimulai pada 5 September 2026 menyasar sejumlah kawasan seperti Bukit Tengkorak, jalur Balikpapan–Samarinda, Tol Balsam dan Wonotirto. Lima kawasan sebelumnya telah ditetapkan sebagai area prioritas penanganan berdasarkan kondisi lapangan.
Penanganan tidak berhenti ketika titik api berkurang. Patroli udara kembali dilakukan pada 10 September untuk memastikan kawasan yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar. Bersamaan dengan operasi tersebut, pemerintah menekankan pencegahan pembakaran lahan serta koordinasi lintas instansi selama risiko karhutla masih tinggi pada musim kemarau.
FAQ
Mengapa BNPB memprioritaskan penanganan karhutla di IKN?
Kebakaran terjadi di sejumlah kawasan sekitar IKN ketika risiko karhutla sedang meningkat pada musim kemarau. Otorita IKN meminta dukungan BNPB untuk memperkuat penanganan, termasuk operasi udara.
Di mana lokasi prioritas water bombing di IKN?
Lima area yang disebut sebagai prioritas adalah Bukit Tengkorak termasuk Tahura Bukit Soeharto, Bukit Merdeka, Teluk Dalam, Wonotirto dan arah Tanjung Harapan.
Kapan water bombing karhutla IKN dilakukan?
Operasi udara menggunakan helikopter Caracal H225M dilakukan mulai Sabtu, 5 September 2026.
Apakah titik api di IKN sudah berkurang?
Ya. Otorita IKN melaporkan pemantauan setelah water bombing menunjukkan berkurangnya titik api. Namun, pemantauan tetap dilanjutkan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.
Apakah Bukit Soeharto terdampak karhutla?
Bukit Tengkorak yang menjadi salah satu lokasi kebakaran mencakup kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya. Otorita IKN juga menegaskan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar di kawasan tersebut.
Apa yang harus dilakukan masyarakat jika menemukan titik api?
BNPB meminta masyarakat segera melaporkan titik api atau kejadian kebakaran kepada BPBD maupun instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat.
